RIWARA.id - Perang antara Rusia melawan Ukraina semakin memanas menjelang mendekati akhir tahun 2026.
Dilansir dari Anadolu, sekutu dari Kyiev semakin memberikan tekanan kepada Moskow agar bisa mengakhiri perang yang sudah berlangsung selama hampir lima tahun ini.
Pemerintah Inggris mengumumkan paket berisi 31 sanksi baru kepada Rusia yang bisa berakibat fatal pada datangya musim dingin.
Dalam sebuah rilis, Kementerian Luar Negeri Inggris menyebut bahwa 31 sanksi baru ini akan lebih menekan stok energi yang dimiliki oleh Rusia.
Inggris menyasar kamar bayangan yang mengangkut LNG sampai jaringan informasi yang dimiliki oleh Kremlin.
Sanksi juga menyasar pada individu yang dituding Inggris melakukan penyiksaan kepada warga sipil sampai indoktrinasi anak-anak.
Sanksi baru ini muncul setelah Rusia melakukan serangan udara dengan meluncurkan lebih dari 3.000 drone bermesin jet ke wilayah Ukraina.
Serangan drone tersebut bahkan menjadi yang tertinggi setelah sebelumnya Rusia juga menyerang secara besar-besaran pada bulan Agustus lalu.
Lewat sanksi ini, Inggris mengikuti jejak Uni Eropa yang sudah memberikan tambahan sanksi bagi individu atau perusahaan yang terkait dengan agresi Rusia ke Ukraina.
Menteri Urusan Eropa, Lord Wood of Anfield menegaskan Inggris tidak akan pernah goyah untuk memberikan dukungan kepada Ukraina.
Sanksi baru ini menjadi tekad baru dari Inggris agar bisa meminta tanggung jawab pihak-pihak yang terlibat dalam agresi kepada Ukraina.
Inggris dan sekutu Ukraina lainnya akan membatasi pendapatan Rusia dalam menjalani perang melawan Ukraina.
Walaupun dalam perang ini, Inggris tidak mencari konfrontasi dengan Rusia tapi sanksi tetap diberikan, termasuk juga dukungan senjata dan dana kepada Ukraina.
Putin Ancam Ukraina
Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin mengingatkan bahwa upaya Ukraina untuk menambah eskalasi ketegangan tidak akan pernah membuahkan hasil apapun.
Menurut Putin, upaya Kyiev hanya akan memperburuk keadaan saja bagi rakyat Ukraina itu sendiri.
Dalam konferensi pers dengan media, Putin menyebut langkah yang diambil oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskys hanya akan memperburuk keadaan.
Putin juga menjelaskan bahwa Rusia sudah mendorong Ukraina untuk melakukan gencatan senjata, termasuk tidak berhenti menyerang fasilitas energi masing-masing negara.
Beberapa minggu ini, kedua negara terus melakukan serangan udara berupa drone dan rudal ke wilayah masing-masing.
Rusia menyerang fasilitas energi dan infrastruktur di Ukraina, begitu juga balasan dari Kyiev melakukan hal yang sama.
Rusia menuduh Ukraina juga sudah melakukan blokade angkatan laut dengan merusak lebih dari 100 kapal milik Moskow.
Selain itu, ada juga beberapa fasilitas sipil dan gudang penyimpanan milik Rusia yang terbakar hebat akibat serangan drone dan rudal.
Semoga Bermanfaat.***
Inggris jatuhkan 31 sanksi baru untuk tekan sektor energi Rusia jelang musim dingin. Ketegangan memuncak di tengah gempuran ribuan drone dan ancaman Putin.