SURABAYA, RIWARA.ID – Sebanyak 172 calon dokter spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya diduga mengalami keracunan makanan saat mengikuti kegiatan pra-pendidikan di RSUD Dr. Soetomo, Selasa, 29 September 2026.
Insiden tersebut membuat puluhan peserta mengalami keluhan kesehatan, mulai dari mual, muntah, hingga pusing. Para peserta yang mengalami gejala tersebut langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr. Soetomo untuk mendapatkan penanganan medis.
Direktur RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, mengatakan dugaan awal mengarah pada makanan yang dikonsumsi peserta selama kegiatan berlangsung. Meski demikian, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Menurut Cita Rosita, hasil pengujian diperlukan untuk memastikan apakah makanan yang dikonsumsi memang menjadi sumber gangguan kesehatan yang dialami para peserta.
178 Orang Mengalami Gangguan Kesehatan
Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit, insiden ini melibatkan sedikitnya 178 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 172 calon dokter spesialis dan enam petugas kebersihan.
Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis sejak siang hingga malam hari. Setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan, mereka dilaporkan sudah diperbolehkan pulang.
Peristiwa ini turut berdampak pada pelaksanaan kegiatan pra-pendidikan calon dokter spesialis Fakultas Kedokteran Unair. Kegiatan yang diikuti total 289 peserta tersebut untuk sementara dihentikan sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Langkah penghentian sementara dilakukan di tengah proses penelusuran untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan secara bersamaan pada sejumlah peserta.
Sampel Makanan Diperiksa di Laboratorium
Untuk memastikan penyebab dugaan keracunan makanan di Surabaya tersebut, pihak terkait telah mengirimkan sampel makanan dan sampel rectal swab peserta untuk menjalani pemeriksaan.
Pengujian dilakukan melalui sejumlah lembaga, yakni Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Jawa Timur, Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Dugaan awal keracunan mengarah ke makanan yang dikonsumsi saat kegiatan para calon dokter spesialis, namun untuk memastikan masih menunggu hasil laboratorium," ujar Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoewu.
Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab kejadian sekaligus langkah penanganan berikutnya.
Pemeriksaan tersebut juga diperlukan untuk menelusuri kemungkinan adanya kontaminasi pada makanan yang dikonsumsi selama kegiatan pra-pendidikan berlangsung.
Makanan Berasal dari Vendor Eksternal
Koordinator Media Unair Surabaya, Gesang Manggala Nugraha Putra, menjelaskan bahwa makanan yang dikonsumsi peserta berasal dari penyedia jasa boga atau vendor eksternal, bukan dari Fakultas Kedokteran Unair.
Meski demikian, pihak universitas belum menyimpulkan bahwa makanan dari vendor tersebut menjadi penyebab gangguan kesehatan yang dialami para peserta. Kepastian mengenai dugaan tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium.
Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak universitas, makanan tiba di lokasi kegiatan sekitar pukul 09.00 WIB. Hidangan tersebut kemudian dibagikan kepada peserta menjelang siang, sekitar pukul 11.30 WIB.
Rangkaian waktu tersebut menjadi bagian dari informasi yang dapat ditelusuri dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga kini, penyebab pasti insiden yang menimpa calon dokter spesialis Unair tersebut belum dapat dipastikan. Hasil pemeriksaan sampel makanan dan rectal swab diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai sumber gangguan kesehatan yang terjadi.
Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan pra-pendidikan dan penyediaan konsumsi juga menjadi bagian penting untuk menentukan langkah selanjutnya sebelum kegiatan kembali dilaksanakan. ***
Sebanyak 172 calon dokter spesialis Unair Surabaya diduga keracunan makanan saat pra-pendidikan di RSUD Dr. Soetomo. Sampel makanan diuji di laboratorium untuk memastikan penyebabnya.