Spesifikasi AAV-M35, Ranpur Baru Marinir TNI AL: Mampu Tembus Ombak 4 Meter dan Dilengkapi Senjata Canggih

Senin, 28 September 2026 | 21:12 WIB
Menhan Jenderal TNI Purn Sjafrie Sjamsoeddin memimpin upacara penerimaan dan penyerahan Amfibi Ranpur AAV M-35 di Lapangan Apel Brigif 1 Marinir Kesatrian Marinir Hartono Cilandak Jakarta Selatan Senin 28 September 2026
Menhan Jenderal TNI Purn Sjafrie Sjamsoeddin memimpin upacara penerimaan dan penyerahan Amfibi Ranpur AAV M-35 di Lapangan Apel Brigif 1 Marinir Kesatrian Marinir Hartono Cilandak Jakarta Selatan Senin 28 September 2026 (Foto: TNI AL)

JAKARTA, RIWARA.ID– Korps Marinir TNI Angkatan Laut (TNI AL) memperkuat kemampuan operasionalnya dengan kedatangan 12 unit kendaraan tempur (Rampur) amfibi AAV-M35 buatan Amerika Serikat. Kendaraan lapis baja ini dirancang untuk mendukung pergerakan pasukan, baik di wilayah perairan maupun di medan darat.

Belasan kendaraan tempur tersebut tiba di Markas Korps Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Senin, 28 September 2026. Kehadirannya menjadi bagian dari pengadaan alutsista untuk meningkatkan kesiapan prajurit Marinir dalam menjalankan berbagai misi pertahanan.

AAV-M35 merupakan varian dari AAV-7A1 yang memiliki kemampuan bergerak di air sekaligus melintasi medan daratan. Kendaraan ini menjadi tambahan penting bagi armada amfibi Korps Marinir TNI AL, yang sebelumnya telah mengoperasikan kendaraan LVT-7 buatan Korea Selatan.

Keunggulan AAV-M35: Bisa Angkut 24 Personel

Salah satu keunggulan AAV-M35 terletak pada kapasitas angkutnya. Berdasarkan keterangan resmi Korps Marinir, kendaraan tempur ini mampu membawa hingga 24 personel dalam satu perjalanan.

Jumlah tersebut terdiri atas 21 personel penumpang dan tiga awak yang bertugas mengoperasikan kendaraan. Ketiga awak itu meliputi pengemudi, personel pengendali atau pemberi komando, serta operator senjata.

Kemampuan membawa banyak personel membuat AAV-M35 dapat digunakan untuk mendukung mobilisasi pasukan dalam operasi amfibi maupun pergerakan menuju wilayah yang sulit dijangkau kendaraan biasa.

Mampu Beroperasi di Laut dengan Ombak hingga 4 Meter

Sesuai peruntukannya, AAV-M35 dirancang untuk menghadapi kondisi perairan yang menantang. Kendaraan ini diklaim mampu beroperasi pada kondisi laut kategori Sea State 5, dengan tinggi gelombang sekitar 2,5 hingga 4 meter.

Penamaan M35 memiliki arti tersendiri. Huruf M merujuk pada Marinir, angka 3 menggambarkan jumlah awak kendaraan, sedangkan angka 5 berkaitan dengan kemampuan menghadapi kondisi laut Sea State 5.

Untuk mendukung mobilitas di berbagai medan, AAV-M35 menggunakan sistem roda rantai. Konfigurasi tersebut memungkinkan kendaraan bergerak di daratan, melintasi kawasan pantai, hingga bermanuver di perairan sesuai karakteristik operasionalnya.

Mesin Cummins 525 HP, Kecepatan Darat 75 Km/Jam

Dari sisi dapur pacu, kendaraan tempur amfibi buatan Amerika Serikat ini mengandalkan mesin Cummins V930 dengan tenaga mencapai 525 horsepower (HP).

Mesin tersebut mendukung kecepatan hingga 75 kilometer per jam saat melaju di darat. Sementara itu, ketika berada di air, AAV-M35 mampu bergerak dengan kecepatan sekitar 15 kilometer per jam.

Dengan kemampuan tersebut, kendaraan ini dapat menunjang perpindahan pasukan dari kapal menuju pantai dan melanjutkan pergerakan ke wilayah daratan.

Dilengkapi Senjata Mesin 12,7 Mm dan Pelontar Granat 40 Mm

AAV-M35 tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan pengangkut personel. Ranpur ini juga dapat dilengkapi persenjataan untuk mendukung operasi tempur.

Persenjataan yang disebutkan dalam keterangan spesifikasinya meliputi senapan mesin kaliber 12,7 milimeter dan pelontar granat otomatis kaliber 40 milimeter.

Kombinasi perlindungan lapis baja, kemampuan bergerak di dua lingkungan, serta opsi persenjataan membuat kendaraan ini dapat menunjang pergerakan pasukan sekaligus memberikan dukungan selama operasi militer.

Dimensi AAV-M35, Bobot Mencapai 23 Ton

Sebagai kendaraan tempur lapis baja, AAV-M35 memiliki ukuran yang cukup besar. Bobotnya mencapai sekitar 23 ton, dengan dimensi sebagai berikut:

  • Panjang: 7,94 meter
  • Lebar: 3,27 meter
  • Tinggi: 3,26 meter
  • Bobot: sekitar 23 ton
  • Kapasitas personel: 24 orang, termasuk tiga awak
  • Tenaga mesin: 525 HP
  • Kecepatan di darat: hingga 75 km/jam
  • Kecepatan di air: hingga 15 km/jam
  • Kemampuan laut: Sea State 5, dengan tinggi gelombang sekitar 2,5–4 meter

Spesifikasi tersebut mendukung fungsi AAV-M35 sebagai kendaraan angkut pasukan yang mampu beroperasi dalam rangkaian operasi amfibi.

TNI AL Pesan 35 Unit, Sebanyak 23 Unit Menyusul

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa 12 unit yang tiba pada 28 September 2026 merupakan bagian dari total 35 kendaraan tempur amfibi yang telah dibeli TNI AL.

Artinya, masih ada 23 unit kendaraan yang dijadwalkan menyusul. Ali menyebutkan bahwa pengiriman berikutnya direncanakan berlangsung pada akhir November 2026.

Rencana kedatangan tambahan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan operasional Korps Marinir, terutama dalam mendukung kebutuhan mobilisasi pasukan di wilayah pesisir dan kepulauan Indonesia.

Seluruh kendaraan tempur baru itu nantinya akan ditempatkan di Pasmar I, Pasmar II, dan Pasmar III. Penempatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kesiapan satuan Marinir dalam menjalankan tugas pertahanan di berbagai wilayah maritim.

Dengan penambahan AAV-M35, TNI AL berharap Korps Marinir semakin optimal dalam melaksanakan operasi militer, termasuk pendaratan amfibi, pergerakan pasukan di medan sulit, serta misi kemanusiaan ketika dibutuhkan. ***

Korps Marinir TNI AL menerima 12 unit ranpur amfibi AAV-M35 buatan AS. Simak spesifikasi, kapasitas 24 personel, mesin 525 HP, dan kecepatan kendaraan tempur ini

Editor
Ali Mahfud -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

 Stories