Nama Sekda Kebumen Dicatut Pelaku Penipuan dengan Modus Penyaluran Dana Bantuan, Pajak dan Mutasi ASN

Selasa, 08 September 2026 | 22:13 WIB
Nama Sekda Kebumen Dicatut Pelaku Penipuan dengan 3 Modus
Nama Sekda Kebumen Dicatut Pelaku Penipuan dengan 3 Modus (Foto: kebumenkab.go.id)

KEBUMEN, RIWARA.id – Kejahatan berupa penipuan di masyarakat dengan berbagai modus masih saja marak, termasuk di wilayah Kebumen. Para pelaku kejahatan ini berani mencatut salah satu nama pejabat di Kebumen.

Masyarakat Kabupaten Kebumen diminta waspada terhadap aksi penipuan yang mengatasnamakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen, Edi Rianto.

Oknum tidak bertanggung jawab itu memanfaatkan nama dan foto profil Edi Rianto di aplikasi WhatsApp untuk memeras korban melalui berbagai modus. Mulai dari klaim bantuan tempat ibadah hingga iming-iming untuk promosi jabatan.

Maraknya pengaduan dari warga dalam satu hingga dua minggu terakhir, membuat Edi Rianto berusaha memberikan klarifikasi secara resmi.

Ia pun menegaskan tidak pernah menghubungi warga, pengurus tempat ibadah, maupun aparatur desa secara langsung dalam hal penganggaran, hibah, ataupun kepegawaian.

Dilansir Riwara.id dari laman kebumenkab.go.id Selasa 8 September 2026, para pelaku kejahatan ini menyasar pengurus tempat ibadah (takmir masjid) serta pemerintah desa dengan 2 modus yaitu:

1. Klaim Kelebihan Transfer Bantuan

Pe laku penipuan menghubungi korban dan berpura-pura sudah mencairkan dana bantuan hibah, dari Bagian Kesra Pemkab Kebumen.

Pelaku kemudian berdalih terjadi kelebihan nominal transfer, lalu meminta korban segera mentransfer balik sejumlah uang ke rekening tertentu.

2. Permintaan Uang Muka Pajak

Pelaku penipuan meminta korban membayarkan sejumlah uang terlebih dahulu dengan alasan sebagai biaya pajak pencairan dana bantuan atau Alokasi Dana Desa (ADD).

Menanggapi modus tersebut, Edi Rianto menjelaskan bahwa seluruh proses penyaluran bantuan pemerintah dilakukan secara transparan melalui sistem perbankan yang resmi yaitu Bank Jateng.

"Pajak hanya dibayarkan setelah transfer dari pemerintah diterima penerima manfaat. Selain itu, jika terjadi kekeliruan nominal, sistem Bank Jateng yang akan melakukan pendebitan ulang secara otomatis. Jadi, bukan warga yang diminta mengembalikan uang secara tunai," ujar Edi.

Edi mengungkapkan jika setiap tahun Pemkab Kebumen menyalurkan hibah ke sekitar 200 orang. Jadi, tidak mungkin seorang Sekda menghubungi para penerima bantuan satu per satu secara personal.

Jual Beli Jabatan dan Mutasi ASN Fiktif

Selain modus pencairan dana hibah, pelaku penipuan juga memanfaatkan nama Sekda Kebumen untuk menjanjikan kemudahan mutasi atau promosi jabatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pelaku penipuan berasal dari pihak luar PNS yang meyakinkan korban menggunakan foto profil salah satu pejabat daerah.

Edi menegaskan bahwa Pemkab Kebumen menerapkan sistem merit dalam manajemen kepegawaian. Seperti pengangkatan, promosi, maupun pemindahan tugas pegawai.

Setelah dicek, aksi penipuan ini telah berlangsung sekitar tiga bulan. Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), serta Polres Kebumen untuk menelusuri dan menindak tegas para pelaku penipuan.

Masyarakat yang merasa ragu atau menerima pesan mencurigakan mengatasnamakan pejabat Pemkab Kebumen, diimbau untuk tidak terburu-buru.

Segera melakukan verifikasi melalui saluran resmi. Untuk bantuan hibah/tempat ibadah agar menghubungi Bagian Kesra Pemkab Kebumen.

Sekda Kebumen juga mengimbau warga agar tidak langsung mempercayai pesan WhatsApp atau panggilan telepon yang meminta pengiriman uang, serta segera melaporkan indikasi penipuan tersebut kepada pihak berwajib.

Nama Sekda Kebumen dicatut pelaku penipuan dengan beberapa modus. Masyarakat diminta waspada.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories