RIWARA.id – Paus Leo XIV menyerukan agar kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) “dilucuti” demi melindungi umat manusia dari ancaman teknologi yang berkembang sangat cepat.
Seruan itu disampaikan dalam ensiklik terbaru bertajuk Magnifica humanitas yang dirilis pada Senin, sekaligus menjadi sikap paling tegas Vatikan terhadap perkembangan AI global.
Dalam pidatonya kepada Gereja Katolik dunia, Paus Leo XIV menegaskan teknologi tidak boleh dibiarkan menguasai manusia ataupun dikendalikan oleh kepentingan geopolitik dan bisnis semata.
“Melucuti berarti mendiskreditkan anggapan bahwa kekuatan teknis secara otomatis memberikan hak untuk memerintah,” kata Paus Leo XIV dalam ensiklik tersebut.
Ia menegaskan bahwa “melucuti” bukan berarti menolak teknologi, melainkan mencegah teknologi mendominasi kehidupan manusia.
Dokumen Magnifica humanitas menjadi ensiklik penting pertama sejak Paus Leo XIV memimpin 1,4 miliar umat Katolik dunia. Dalam dokumen tersebut, Vatikan menyoroti dampak AI terhadap perang, ekonomi, tenaga kerja, hingga pengambilan keputusan manusia.
Vatikan Soroti Bahaya AI dalam Perang dan Kehidupan Manusia
Dengan latar belakang akademik matematika, Paus Leo XIV secara khusus memperingatkan bahaya penggunaan AI dalam peperangan modern.
Menurutnya, algoritma tidak dapat menggantikan pertimbangan moral manusia, terutama dalam keputusan yang berkaitan dengan nyawa dan konflik bersenjata.
“Tidak ada algoritma yang dapat membuat perang dapat diterima secara moral,” tegasnya.
Ia menyebut AI justru berpotensi mempercepat konflik dan membuat peperangan semakin impersonal karena keputusan strategis dapat diambil oleh mesin.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap penggunaan AI dalam sistem militer, pengawasan digital, sektor perbankan, hingga pengambilan keputusan publik.
Dunia saat ini memang sedang memasuki perlombaan AI terbesar dalam sejarah modern. Teknologi kecerdasan buatan berkembang sangat cepat dan mulai memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan manusia, memicu perdebatan global mengenai ancaman AI, regulasi teknologi, dan masa depan pekerjaan manusia.
Berpotensi Bentrok dengan Donald Trump
Sikap Paus Leo XIV juga dinilai berpotensi berbenturan dengan kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang selama ini mendukung deregulasi AI demi menjaga dominasi teknologi Amerika Serikat terhadap China.
Perdebatan mengenai sejauh mana AI harus dibatasi memang semakin memanas dalam beberapa tahun terakhir. Banyak pihak khawatir AI dapat mengganggu stabilitas ekonomi global, menghilangkan pekerjaan manusia, hingga mengambil alih keputusan penting dalam kehidupan publik.
Dalam acara peluncuran ensiklik tersebut, Vatikan juga menghadirkan salah satu pendiri Anthropic, Christopher Olah, perusahaan pengembang chatbot AI Claude.
Olah mendukung langkah Paus Leo XIV dan meminta komunitas global ikut mengawasi perkembangan AI agar tidak keluar dari kendali manusia.
“Kita membutuhkan suara moral yang tidak bisa dibelokkan oleh insentif,” kata Olah usai presentasi paus.
Vatikan Semakin Keras soal Regulasi AI Global
Gereja Katolik Roma dalam beberapa tahun terakhir semakin vokal menyuarakan perlunya regulasi AI demi melindungi martabat manusia dan kepentingan bersama.
Paus Leo XIV juga menarik paralel antara Revolusi Industri abad ke-19 dengan disrupsi AI saat ini. Ia menilai dampak AI terhadap pekerja modern memiliki kemiripan dengan perubahan besar yang pernah terjadi saat industrialisasi massal mengguncang dunia kerja.
Analis senior Katolik Pastor Thomas Reese mengatakan Paus Leo XIV ingin memastikan perkembangan AI tidak hanya menguntungkan segelintir miliarder teknologi dunia.
“Paus ingin memastikan AI tidak hanya didasarkan pada ekonomi dan seberapa kaya sekelompok miliarder bisa menjadi,” ujarnya.
Sebelumnya, Paus Fransiskus juga pernah memperingatkan para pemimpin dunia dalam forum G7 agar tidak kehilangan kendali terhadap AI.
Kini, di bawah kepemimpinan Paus Leo XIV, Vatikan tampak mengambil posisi lebih tegas dengan menempatkan AI sebagai salah satu isu moral dan kemanusiaan terbesar dunia modern.
Di tengah perlombaan AI global yang semakin agresif, sikap Vatikan menandai munculnya tekanan moral baru terhadap perusahaan teknologi dan pemerintah dunia. Perdebatan soal batas kecerdasan buatan diperkirakan akan menjadi salah satu isu global terbesar dalam dekade mendatang.*
Paus Leo XIV memperingatkan bahaya AI terhadap kemanusiaan dan menyerukan pembatasan teknologi kecerdasan buatan. Vatikan menyoroti ancaman AI dalam perang, ekonomi, dan kehidupan manusia.