RIWARA.id – Kota Solo siap menyelenggarakan festival sepak bola anak tingkat nasional yang diinisiasi oleh PSSI. Ajang bergengsi ini dirancang khusus untuk menjaring talenta-talenta muda berbakat sejak usia dini, mulai dari kelompok umur 7 hingga 11 tahun.
Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari proyeksi jangka panjang untuk menyaring atlet masa depan. PSSI menargetkan para pemain muda yang terjaring dalam festival ini nantinya mampu memperkuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia di panggung internasional.
Kepastian tersebut mengemuka setelah Wali Kota Solo, Respati Ardi, menggelar pertemuan intensif dengan jajaran petinggi sepak bola tanah air di Solo Techno Park pada Jumat (22/5/2026). Pertemuan ini membahas kesiapan kota dalam memfasilitasi program berbobot nasional tersebut.
Hadir dalam diskusi tersebut Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Muhammad Sungkar, Direktur Teknik PSSI untuk Timnas U-17 Alexander Zwiers, serta Kepala Akademi PSSI sekaligus Pelatih Kepala Garuda United 2010, David Nascimento.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari pencarian bakat besar-besaran. PSSI dan Pemerintah Kota Solo berkomitmen penuh menyusun cetak biru sepak bola Indonesia yang dimulai dari level akar rumput.
"Kami bersama dengan Exco PSSI akan mengadakan program talent scouting, mencari bakat-bakat muda kelompok usia 7 hingga 11 tahun untuk road map Timnas ke Piala Dunia," ujar Respati.
Sesuai dengan linimasa yang direncanakan, kompetisi sepak bola usia muda ini bakal bergulir pada akhir tahun 2026. Penunjukan Solo bukan tanpa alasan, melainkan karena kota ini dianggap memiliki infrastruktur olahraga yang paling siap.
Fasilitas lapangan dan stadion di Solo bahkan telah mendapatkan tinjauan langsung, baik dari perwakilan Exco PSSI maupun pihak FIFA. Kualitas infrastruktur pasca-revitalisasi dinilai sangat mendukung jalannya pertandingan berskala besar.
"Pihak Exco PSSI dan FIFA sudah melihat fasilitas lapangan-lapangan yang telah dibangun. Itu nantinya akan menjadi luar biasa ketika ada festival sepak bola anak di Solo," jelas Respati.
Selain fokus pada pengembangan prestasi olahraga, Respati optimistis agenda nasional ini akan menggerakkan roda perekonomian daerah. Kehadiran ratusan peserta dari berbagai provinsi dipastikan memicu perputaran uang yang tinggi di sektor riil.
"Saya yakin banyak orang tua dari seluruh Indonesia yang akan mengantar anaknya ke sini. Peristiwa ini tentu berdampak langsung demi kemajuan ekonomi pelaku UMKM di Kota Solo," tuturnya.
Kota Solo mengukir sejarah baru karena dipercaya menjadi daerah pertama di Indonesia yang menggulirkan konsep festival seperti ini. Respati pun memastikan seluruh jajaran pemerintah daerah akan mempersiapkan akomodasi dan fasilitas secara matang.
"Solo jadi yang pertama karena memiliki salah satu fasilitas lapangan sepak bola yang paling lengkap. Sehingga untuk talent pool, tata kelola sepak bola yang baru akan dimulai dari kota ini," urai Respati.
Melalui festival ini, pemantauan bakat tidak lagi dilakukan secara acak, melainkan terstruktur dengan standar baku. PSSI akan menerjunkan tim pemandu bakat langsung ke lapangan selama turnamen berlangsung.
"Nanti kita tunggu tanggal mainnya. Kita akan menggelar festival sepak bola anak tingkat nasional ini dan langsung dipantau ketat untuk membuat road map Timnas ke depan," pungkasnya. (*)
Kota Solo resmi ditunjuk jadi tuan rumah festival sepak bola anak nasional 2026 untuk jaring talenta muda Timnas menuju Piala Dunia.