GOTO Siapkan Buyback Rp3,5 Triliun, Sinyal Saham Teknologi Ini Akan Bangkit?

Selasa, 12 Mei 2026 | 07:56 WIB
Ilustrasi logo GOTO dengan latar grafik saham menguat usai perusahaan mengumumkan rencana buyback saham senilai Rp35 triliun untuk memperkuat struktur modal dan meningkatkan nilai pemegang saham
Ilustrasi logo GOTO dengan latar grafik saham menguat usai perusahaan mengumumkan rencana buyback saham senilai Rp35 triliun untuk memperkuat struktur modal dan meningkatkan nilai pemegang saham (Foto: Tim Redaksi Riwara.id)

 

RIWARA.id - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mengejutkan pasar setelah mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback jumbo senilai hingga Rp3,5 triliun. Langkah ini langsung memicu perhatian investor karena dinilai menjadi sinyal kuat bahwa manajemen melihat valuasi saham GOTO masih sangat menarik.

Rencana buyback tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 Juni 2026 mendatang. Jika disetujui, aksi korporasi ini akan berlangsung selama 12 bulan mulai 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027.

Manajemen GOTO menyebut buyback dilakukan untuk memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan modal dan mengoptimalkan struktur permodalan perseroan. Selain itu, perusahaan ingin harga saham dapat lebih mencerminkan fundamental bisnis yang sebenarnya.

“Pembelian kembali saham juga diharapkan dapat mendukung potensi pengembalian nilai yang lebih baik bagi pemegang saham di masa depan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.

Pasar menilai aksi buyback dalam jumlah besar seperti ini sering menjadi pertanda bahwa perusahaan percaya diri terhadap prospek bisnis jangka panjangnya. Buyback juga kerap menjadi sentimen positif yang mampu mendongkrak harga saham di tengah volatilitas pasar.

Yang menarik, dana buyback disebut sepenuhnya berasal dari kas internal perusahaan dan bukan dari hasil utang maupun penawaran umum. Hal ini memperlihatkan kondisi likuiditas GOTO yang dinilai masih kuat.

Perseroan memastikan aksi korporasi tersebut tidak akan mengganggu operasional maupun kondisi keuangan perusahaan. Modal kerja dan posisi kas disebut tetap memadai meski buyback dilakukan dalam nilai jumbo.

Dalam keterbukaan informasi itu, jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan, termasuk saham treasuri yang saat ini sudah dimiliki perusahaan.

Per 30 April 2026, GOTO tercatat telah memiliki saham treasuri sebanyak 39,29 miliar saham atau setara 3,3 persen dari total modal ditempatkan dan disetor.

Rencana buyback ini datang di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap saham teknologi Indonesia. Setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa tahun terakhir, sektor teknologi mulai menunjukkan momentum pemulihan seiring membaiknya sentimen pasar dan stabilisasi ekonomi digital.

Analis pasar menilai buyback Rp3,5 triliun dapat menjadi katalis penting bagi pergerakan saham GOTO dalam jangka menengah. Investor kini menunggu keputusan RUPSLB Juni mendatang yang akan menjadi titik penentu dimulainya aksi korporasi besar tersebut.*

 

GOTO menyiapkan buyback saham jumbo Rp3,5 triliun. Investor menilai langkah ini bisa menjadi katalis besar bagi pergerakan saham GOTO.

Foto Editor
Inung R Sulistyo -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

 Stories