Kemenkes Pastikan WNA Kontak Erat Klaster Kapal Pesiar Negatif Hantavirus

Senin, 11 Mei 2026 | 19:43 WIB
Ilustrasi Petugas kesehatan menunjukkan spesimen pemeriksaan PCR Hantavirus di RSPI Sulianti Saroso Jakarta
Ilustrasi Petugas kesehatan menunjukkan spesimen pemeriksaan PCR Hantavirus di RSPI Sulianti Saroso Jakarta (Foto: Ilustrasi: AI Generated / Tim Redaksi Riwara.id)

 

JAKARTA, RIWARA.id – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memastikan seorang warga negara asing (WNA) yang menjadi kontak erat kasus klaster kapal pesiar dinyatakan negatif Hantavirus setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di RSPI Sulianti Saroso.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan identifikasi kasus tersebut bermula dari laporan International Health Regulation (IHR) National Focal Point (NFP) Inggris yang diterima pemerintah Indonesia pada 7 Mei 2026 malam.

Pria berusia 60 tahun itu diketahui memiliki riwayat kontak sangat dekat dengan pasien konfirmasi kedua dari klaster kapal pesiar yang sebelumnya meninggal dunia akibat kasus Hantavirus.

Menurut Kemenkes, keduanya sempat berada di kapal pesiar yang sama dan melakukan perjalanan bersama sebelum turun di St. Helena pada 24 April 2026.

Sempat Menginap dan Terbang Bersama

Andi menjelaskan WNA tersebut bekerja di sebuah perusahaan asing di Indonesia dan sempat menginap di hotel yang sama dengan pasien meninggal saat berada di St. Helena.

Selain itu, keduanya juga berada dalam satu penerbangan dari St. Helena menuju Johannesburg dengan posisi kursi yang berdekatan.

“Respons kami sangat cepat. Begitu mendapatkan notifikasi pada 7 Mei pukul 21.55 WIB, keesokan harinya kami langsung melakukan penyelidikan epidemiologi dan koordinasi lintas sektor,” ujar Andi dalam konferensi pers daring, Senin (11/5/2026).

Kemenkes mencatat pria tersebut kembali ke Indonesia pada 30 April 2026 setelah melakukan perjalanan melalui Zimbabwe dan Qatar.

Jalani Pemeriksaan di RSPI Sulianti Saroso

Pada 9 Mei 2026, tim Kemenkes melakukan penjemputan untuk membawa pria tersebut ke RSPI Sulianti Saroso guna menjalani pemeriksaan lanjutan dan observasi kesehatan.

“Hasil pemeriksaan PCR menyatakan yang bersangkutan negatif Hantavirus. Lima spesimen yang kami ambil semuanya menunjukkan hasil negatif,” kata Andi.

Meski hasil laboratorium menunjukkan negatif dan pasien tidak mengalami gejala klinis, Kemenkes menegaskan pria tersebut masih menjalani karantina serta pemantauan ketat sebagai langkah kewaspadaan.

Pemerintah Tingkatkan Pengawasan Kasus Impor

Kasus ini menjadi bagian dari penguatan sistem kewaspadaan pemerintah terhadap potensi kasus impor Hantavirus yang berkaitan dengan klaster kapal pesiar internasional.

Sebelumnya, World Health Organization mengeluarkan peringatan internasional terkait wabah Hantavirus strain Andes yang ditemukan di kapal pesiar MV Hondius setelah muncul sejumlah kasus kematian dan penyebaran lintas negara.

Kemenkes memastikan koordinasi lintas sektor dan pemantauan kontak erat terus dilakukan untuk mencegah potensi penyebaran penyakit di Indonesia.

Pemerintah juga meminta masyarakat tetap tenang namun waspada serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti demam, nyeri otot, gangguan pernapasan, atau memiliki riwayat kontak dengan kasus terkonfirmasi.*

 

Kemenkes RI memastikan seorang WNA yang menjadi kontak erat klaster kapal pesiar terkait wabah Hantavirus dinyatakan negatif setelah menjalani pemeriksaan PCR di RSPI Sulianti Saroso. Meski hasil negatif, pasien tetap menjalani karantina dan pemantauan ketat sebagai langkah antisipasi.

Foto Editor
Inung R Sulistyo -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

 Stories