Riwara.id- Meski tak sepopuler yoga, senam pilates kini semakin banyak diminati para wanita yang ingin memiliki bentuk tubuh proporsional dan lentur.
Pada mulanya keberadaan senam pilates bertujuan sebagai terapi bagi seseorang yang mengalami cidera, patah tulang dan retak dibagian engsel atau individu yang mengalami otot terjepit. Pilates sangat bermanfaat untuk memperbaiki konstruksi tubuh terutama dibagian tulang punggung dan perut agar kembali pada bentuk tubuh normal.
Fokus utama senam pilates terletak pada bagian belakang yaitu tulang punggung. Semua penyakit seperti sakit pada bagian pinggul panggul hingga kaki semua berawal dari permasalahan yang dialami pada bagian punggung. Seseorang yang memiliki kelainan tulang belakang juga dapat mengikuti senam pilates untuk memperbaiki struktur tulang yang bengkok kesamping.
“ Permasalahan pada konstruksi tulang punggung umumnya terjadi karena gaya hidup seseorang yang buruk. Gaya hidup tersebut antara lain terlalu sering membawa tas dengan beban yang berat sehingga merubah posisi tulang belakang atau kebiasaan sering membungkuk merupakan gaya hidup yang buruk yang membuat tulang menjadi tidak ideal,” ujar Instruktur Senam Pilates, Lusiana Maimunah, Senin, 5 Januari 2026, pada tim Riwara.id.
Baca juga: INFO TERBARU! Data Penetapan NI PPPK Paruh Waktu di Kanreg XIII BKN Banda Aceh, per 31 Desember 2025
Senam pilates adalah senam yang mengkoordinasikan gerakan pernafasan dengan penguluran (peregangan otot). Koordinasi nafas dengan gerakan peregangan otot akan membuat seseorang yang mengikuti senam ini merasakan otot-otot tubuh bagian mana yang terasa sakit dan perlu dibenahi.
Selain mengatasi permasalahan diarea seputar punggung, senam pilates bermanfaat untuk menjaga kebugaran dan menurunkan berat badan dengan fokus latihan pada area perut. Pilates melatih pernafasan tidak menggunakan perut melainkan pernafasan dada dengan cara membuka diafragma dan memacu kinerja paru-paru.
Pernafasan dada akan membantu untuk membakar lemak dan kalori pada perut dan mengencangkan otot-otot perut. Jika dilakukan secara rutin dan menjaga pola hidup sehat cukup dengan melakukan teknik pernafasan ini berat badan berangsur-angsur akan kembali normal.
Senam pilates dilakukan tiga kali dalam waktu satu minggu dengan durasi 1 jam 10 menit. Terdapat ratusan jenis gerakan senam pilates yang disesuaikan dengan kondisi tubuh dan usia seseorang yang mengikuti senam ini. Senam pilates sangat dianjurkan bagi para penderita migren dan asma. Migren terjadi karena kurangnya asupan oksigen kedalam otak.
Dengan melakukan beberapa gerakan pilates, akan membantu metabolisme tubuh terutama aliran oksigen yang masuk ke otak untuk mengurangi migren. Bagi penderita asma, pilates dapat membantu membuka rongga pernapasan melalui diafragma dan paru-paru dengan cara melakukan pernafasan dada bukan metode pernafasan perut.
“ Kunci utama sukses melakukan program senam pilates terletak pada tiga hal yaitu pola makan, istirahat dan olahraga. Kesadaran seseorang terhadap kesehatan akan tiga hal ini akan membantu tubuh selalu fit dan bugar dengan senam pilates,” pungkasnya.***
Banyak manfaat mengikuti senam pilates, selain bisa perbaiki postur tubuh, pilates juga bisa jaga kebugaran