RIWARA.id – Royal Malaysian Air Force (RMAF) selangkah lagi memperkuat kekuatan pertahanan udaranya. Kepala Staf Angkatan Udara Malaysia, Jenderal Datuk Seri Muhamad Norazlan Aris, baru saja meninjau fasilitas perakitan Korea Aerospace Industries (KAI) di Sacheon, Korea Selatan, untuk memastikan progres jet tempur FA-50M.
Dalam kunjungan tersebut, dipastikan bahwa unit FA-50M pesanan Malaysia telah rampung di lini produksi. Kunjungan ini bertujuan memastikan seluruh integrasi sistem dan jadwal pengiriman berjalan tepat waktu sesuai kontrak senilai hampir RM4 miliar yang ditandatangani pada 2023.
Dikutip dari Defence Security Asia, kehadiran General Muhamad Norazlan ke markas KAI menegaskan komitmen manufaktur untuk menghadirkan pesawat yang memenuhi standar operasional tinggi milik RMAF.
Spesifikasi Paling Gahar di Asia Tenggara
FA-50M Malaysia disebut-sebut sebagai varian paling canggih di antara operator FA-50 lainnya, setara dengan standar FA-50PL milik Angkatan Udara Polandia. Keunggulan utamanya terletak pada integrasi teknologi mutakhir yang belum dimiliki varian dasar.
Pesawat ini dilengkapi dengan radar PhantomStrike AESA dari RTX. Radar berbasis teknologi gallium nitride ini menawarkan kesadaran medan tempur yang jauh lebih unggul dengan biaya operasional yang efisien.
Selain itu, pesawat ini juga dipersenjatai dengan Sniper Advanced Targeting Pod (ATP) buatan Lockheed Martin.
Perangkat ini memungkinkan pilot mendeteksi, mengidentifikasi, dan melacak sasaran secara akurat, baik target statis maupun bergerak, termasuk untuk misi dukungan udara jarak dekat (close air support).
Jadwal Pengiriman
Rencananya, RMAF akan menerima batch pertama sebanyak enam unit tahun ini. Empat pesawat dijadwalkan tiba pada Oktober, disusul dua unit lainnya pada Desember. Sebanyak 12 unit sisanya akan dikirimkan secara bertahap sepanjang tahun depan.
Modernisasi ini merupakan bagian dari rencana pengembangan jangka panjang CAP55. Pemerintah Malaysia bahkan dikabarkan tengah menjajaki opsi pengadaan tahap kedua (FLIT-LCA Phase 2) untuk menambah 18 unit lagi, sehingga total kekuatan jet tempur ringan FA-50M Malaysia nantinya akan mencapai 36 unit.
Langkah ini mempertegas fokus Malaysia dalam menjaga kedaulatan wilayah udara dari tantangan keamanan saat ini maupun di masa depan dengan aset yang terukur dan sistematis. (*)

Royal Malaysian Air Force segera menerima jet tempur FA-50M. Simak kecanggihan radar PhantomStrike, Sniper ATP, dan jadwal pengiriman pesawat tercanggih RMAF ini.