Kemenag Bangun Budaya Kerja Baru untuk WFH 2026, Bagaimana dengan Layanan KUA? Ini Penjelasannya

  • Ayu Abriyani
  • Selasa, 07 April 2026 | 21:50 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ayu Abriyani
Ilustrasi - Kemenag Bangun Budaya Kerja Baru untuk WFH 2026.
Ilustrasi - Kemenag Bangun Budaya Kerja Baru untuk WFH 2026. (Foto: Dibuat dengan Meta AI)

RIWARA.id - Pada bulan April 2026, pemerintah mulai memberlakukan penerapan kerja dari rumah (work from home/WFH), untuk efisiensi energi.

Dari kebijakan tersebut, kementerian atau lembaga termasuk Kementerian Agama (Kemenag) menyusun strategi baru dalam melayani masyarakat.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, mengatakan strategi baru itu berupa percepatan transformasi budaya kerja di tempat kerjanya.

‎Thobib menjelaskan jika transformasi budaya kerja harus berorientasi pada kepentingan publik, terutama menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.

"Langkah transformasi ini berpihak kepada rakyat agar layanan publik tetap berjalan secara optimal. Kebijakan hemat energi ini demi untuk keberpihakan pemerintah kepada rakyat,” kata Thobib dikutip Riwara.id dari laman @kemenag, Selasa, 6 April 2026.

‎Salah satu langkah nyata adalah penerapan kerja dari rumah (work from home/WFH) bagi ASN, khususnya di lingkungan Kemenag.

‎Namun demikian, ia menekankan bahwa kebijakan tersebut tidak berlaku untuk semua sektor.

Bac a juga: Siap-siap! Instagram Plus Bakal Hadir, Ini Bocoran Fitur Sakti yang Tak Dimiliki Akun Gratisan

Layanan KUA di Kemenag

Layanan publik yang sifatnya esensial dan pelayanan langsung kepada masyarakat, tetap berjalan seperti biasa.

‎Untuk sektor yang berkaitan langsung dengan layanan publik seperti kesehatan, kebersihan, keamanan, dan kependudukan tetap dikecualikan.

Di Kemenag, khususnya, Kantor Urusan Agama (KUA), termasuk yang harus tetap memberikan layanan, misalnya pencatatan pernikahan.

‎Tidak hanya untuk ASN, Thobib juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan hemat energi.

Gerakan itu antara lain dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum.

‎Bentuk partisipasi melalui pemanfaatan media sosial juga dinilai penting sebagai media untuk masyarakat mengajak dan mendorong budaya hemat energi ini agar semakin masif kepada masyarakat. 

‎“Jika kita mampu bergerak bersama melalui media sosial, dengan strategi komunikasi yang tepat, maka gerakan hemat energi dan budaya kerja baru ini akan menjadi sangat kuat,” ujar Thobib.

Ia juga meminta seluruh jajaran humas di pusat dan daerah untuk aktif membangun narasi yang konstruktif terkait kebijakan tersebut.

Menurutnya, strategi komunikasi di media sosial yang tepat bisa menjadi kunci keberhasilan transformasi.

‎“Dukungan penuh dari humas sangat diperlukan agar transformasi ini berjalan baik. Ini bukan sekadar perubahan kebiasaan, tetapi juga cara berpikir yang strategis dan berorientasi masa depan,” katanya.

‎Kemenag berharap kebijakan ini tidak hanya berdampak pada penghematan energi di sektor pemerintahan.

Namun, juga mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat secara lebih luas, menuju pola hidup yang hemat dan berkelanjutan.

Kemenag bangun budaya Kerja Baru untuk penerapan WFH 2026. Namun, ada sejumlah sektor yang dikecualikan termasuk layanan KUA.

Foto Editor
Author : Ayu Abriyani

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

Topic News