RIWARA.id – Kementerian Pertahanan Turki secara resmi mengumumkan jadwal operasional jet tempur generasi kelima buatan dalam negeri, KAAN Block-10.
Seperti dilansir dari turdef.com, batch pertama jet tempur yang dijuluki "Kaan" ini akan mulai memperkuat skadron tempur antara tahun 2027 hingga 2029 mendatang.
Block-10 merupakan varian produksi awal yang dipersenjatai dengan avionik mutakhir seperti radar AESA MURAD 600-A serta sensor optik KARAT dan TOYGUN.
Kecanggihan ini memungkinkan KAAN mendeteksi lawan tanpa terdeteksi radar musuh.
Selain itu, jet ini dirancang sebagai "induk" yang mampu mengendalikan drone tempur siluman seperti ANKA-III dan KIZILELMA dalam satu misi terintegrasi.
Menariknya, progres pesat Turki ini menarik perhatian serius dari pemerintah Indonesia.
Di tengah dinamika kelanjutan proyek jet tempur KF-21 Boramae dengan Korea Selatan, Indonesia mulai menjajaki peluang kerja sama dengan Turki untuk proyek KAAN.
Pejabat pertahanan Indonesia dilaporkan telah melakukan pembicaraan awal mengenai kemungkinan partisipasi dalam pengembangan atau pengadaan jet ini sebagai alternatif penguatan kedaulatan udara nasional di masa depan.
Kerja sama pertahanan antara Jakarta dan Ankara memang tengah berada di "puncak" kemesraan, menyusul kesuksesan pengadaan drone tempur ANKA dan teknologi kapal perang.
Masuknya Indonesia ke dalam ekosistem KAAN dinilai strategis, mengingat Turki menawarkan skema transfer teknologi yang lebih fleksibel, yang sangat dibutuhkan oleh industri pertahanan dalam negeri (PT DI) untuk melompat ke teknologi generasi kelima.
Kehadiran KAAN tidak hanya menandai kemandirian industri pertahanan Turki, tetapi juga menjadi peluang emas bagi Indonesia untuk memiliki armada siluman yang tangguh.
Dengan jadwal operasional yang sudah di depan mata, KAAN kini menjadi "Kuda Hitam" yang siap mengubah peta kekuatan udara di kawasan, sekaligus memberikan pilihan baru bagi negara-negara yang ingin mengurangi ketergantungan pada teknologi militer Barat. (*)
Ari Kristyono







Mengenal KAAN Jet Tempur Generasi Kelima Turki, Minat Indonesia dan Progres 2027