Benarkah Rata-rata Gajii Karyawan Indonesia Tahun 2026 Akan Naik? Ternyata Ini Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Gaji

  • Windy Anggraina
  • 24 Desember 2025
  • Default Publisher Publish by: Windy Anggraina

Riwara.id -  Wacana kenaikan gaji karyawan di Indonesia makin santer terdengar, hal ini bukan tanpa sebab, mengingat pemerintah sudah memberikan informasi melalui Kementerian Tenaga Kerja bahwa tahun 2026 akan ada kenaikan UMP yang disesuaikan dengan masing-masing daerah.

Rata-rata gaji karyawan di Indonesia diperkirakan meningkat 5,8 persen pada 2026. Kenaikan itu lebih rendah dibandingkan kenaikan pada 2025 yang naik 6,3 persen.

Dilansir Riwara.id dari laman Mercer Indonesia, Rabu, 24 Desember 2025, perkiraan ini berdasarkan analisis Mercer. Pemimpin global dalam mendefinisikan ulang dunia kerja, membentuk kembali hasil pensiun dan investasi, serta membuka potensi terhadap kesehatan dan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Associate Director dan Career Products Leader, Mercer Indonesia, Yosef Budiman mencatat total Remuneration Survey Mercer tahun 2025 menganalisis tren dan kebijakan remunerasi di lebih dari 7.000 jabatan pada 588 perusahaan di Indonesia.

Analisis tersebut menunjukkan bahwa meskipun kenaikan gaji diperkirakan melambat dibandingkan tahun 2025, seluruh perusahaan yang disurvei 100 persen tetap berencana memberikan kenaikan gaji pada tahun 2026, sama seperti pada tahun 2025.

Faktor utama yang memengaruhi kenaikan gaji pada tahun 2026 adalah kinerja individu, rentang gaji, dan kinerja perusahaan.

Ada beberapa sektor yang kenaikannya cukup siginifikan. Misalnya industri kimia diperkirakan kenaikan sebesar 6,2%, mencerminkan kepercayaan yang kuat terhadap investasi talenta.

Sebaliknya, industri otomotif memperkirakan kenaikan yang lebih moderat sebesar 4,9%, lebih rendah dibandingkan dengan industri lainnya.

Perbedaan ini menegaskan pandangan industri yang beragam dalam mempersiapkan strategi kompensasi untuk tahun mendatang.

Hasil survei ini juga menunjukkan bahwa realisasi pembayaran bonus tahun 2025 diperkirakan sedikit di bawah ekspektasi, dengan rata-rata sebesar 16,6% dari gaji pokok tahunan, dibandingkan ekspektasi 17,5% pada tahun 2024.

Tingkat pengunduran diri sukarela karyawan (voluntary turnover) diperkirakan tetap stabil pada 5,2% di tahun 2025, konsisten dengan tingkat 5,1% yang tercatat pada tahun 2023 dan 2024.

Meskipun pengunduran diri sukarela tetap stabil, pengunduran diri non-sukarela diperkirakan meningkat, terutama di sektor teknologi tinggi, pertambangan, dan kontraktor pertambangan. Selain itu, rencana ekspansi tenaga kerja juga melambat, dengan hanya sekitar 20% perusahaan yang berencana menambah karyawan pada tahun 2026, turun dari 25% pada perkiraan tahun sebelumnya.

Melihat kondisi di tahun 2026, para pemimpin HR akan menghadapi tantangan untuk mendorong produktivitas di tengah anggaran yang semakin ketat, sambil berusaha tetap memenuhi aspirasi pertumbuhan perusahaan.

Perusahaan di Indonesia harus mengelola ambisi pertumbuhan secara lebih strategis di tengah ketidakpastian ekonomi dan tekanan biaya yang meningkat.

Dengan anggaran yang lebih ketat, pemimpin HR dan bisnis perlu memprioritaskan produktivitas melalui peningkatan keterampilan dan pelatihan ulang. Memperkuat kapabilitas digital, dan berinvestasi pada kesehatan karyawan sebagai pembeda jangka panjang.***

Berikut informasi tentang benarkah rata rata gaji karyawan di Indonesia tahun 2025 2026 akan naik ternyata ini faktor yang mempengaruhi

Foto Default
Author : Windy Anggraina

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Excepturi doloribus unde molestias laborum delectus adipisci, eos repellat in debitis cum impedit numquam, architecto, facilis.

Topic News
Related News