IRGC Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS-Israel ke Iran, KBRI Muscat Imbau WNI di Oman Waspada

  • Ari Kristyono
  • Minggu, 01 Maret 2026 | 14:26 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ari Kristyono
Il;ustrasi perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, dibuat dengan bantuan AI | Ari Kristyono
Il;ustrasi perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, dibuat dengan bantuan AI | Ari Kristyono (Foto: Ari Kristyono)

 

RIWARA.id – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menutup Selat Hormuz menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, Sabtu (28/2/2026).

Brigadir Jenderal IRGC Ibrahim Jabari mengatakan penutupan Selat Hormuz dilakukan sebagai respons atas agresi terhadap Iran.

“Saat ini dilakukan penutupan Selat Hormuz oleh pasukan IRGC menyusul agresi terhadap Iran,” kata Jabari kepada penyiar Al-Mayadeen.

Baca juga: Rokok Tinggalkan Jejak Genetik: Studi Yogyakarta Bongkar Pola Mutasi Kanker Paru yang Berbeda

Sebelumnya pada hari yang sama, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah target di Iran. Serangan itu dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban sipil.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan menargetkan infrastruktur militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Perwakilan IRGC menyebut Israel telah &ldquo ;salah perhitungan” dengan menyerang Iran.

Baca juga: Masyarakat Makin Menjerit, Harga BBM Pertamax Per 1 Maret 2026 Kompak Naik di Seluruh Wilayah Indonesia, Ini Daftar Rincian Kenaikan Harga BBM

Di dalam negeri, dampak konflik mulai terasa. Mengutip Kementerian Pendidikan Iran, kantor berita ISNA melaporkan sekolah-sekolah ditutup atau sementara dialihkan ke pembelajaran daring di tengah situasi keamanan yang memburuk.

Penutupan Selat Hormuz berpotensi memicu gangguan pasokan energi global, mengingat jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dunia.

KBRI Muscat Minta WNI di Oman Tingkatkan Kewaspadaan

Baca juga: Cek Update Harga Bahan Pokok Mulai dari Bawang Merah, Cabai, Ayam, Beras sampai Gula Pasir, Harga Terpantau Aman dan Stabil

Masih terkait eskalasi konflik Timur Tengah, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Muscat, Oman, meminta seluruh warga negara Indonesia tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan.

Imbauan itu disampaikan Sabtu (28/2/2026) melalui akun Instagram resmi KBRI Muscat, menyusul terjadinya ledakan, penutupan wilayah udara, dan pembatalan penerbangan setelah serangan AS dan Israel ke Iran.

KBRI meminta WNI mengikuti arahan resmi Pemerintah Oman dan perwakilan RI terkait perkembangan situasi keamanan yang dapat berubah cepat.

WNI diminta memantau informasi melalui media massa dan sumber resmi serta mematuhi imbauan keamanan dari otoritas setempat guna meminimalkan risiko.

Baca juga: Wali Kota Solo Ancam Tak Ambil Sampah Warga yang Tak Dipilah

Selain itu, masyarakat Indonesia di Oman diingatkan untuk menunda atau menghindari perjalanan ke wilayah yang terdampak eskalasi dan berpotensi mengganggu keselamatan.

Perwakilan RI juga menyarankan WNI memastikan paspor, kartu identitas, dan kartu ATM dalam kondisi aman, serta menyiapkan tas darurat berisi dokumen dan barang penting jika terjadi keadaan mendesak.

WNI di Oman diminta melakukan lapor diri melalui laman Peduli WNI Kementerian Luar Negeri untuk memudahkan komunikasi dan pendataan apabila situasi memburuk.

Dalam keadaan darurat, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Muscat melalui WhatsApp di nomor +968-9600-0210 untuk memperoleh bantuan konsuler segera. (*)

IRGC tutup Selat Hormuz setelah serangan AS-Israel ke Iran. KBRI Muscat minta WNI di Oman tingkatkan kewaspadaan.

Foto Default
Author : Ari Kristyono

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Excepturi doloribus unde molestias laborum delectus adipisci, eos repellat in debitis cum impedit numquam, architecto, facilis.

Topic News
Related News