Riwara.id- Emiten saham bank himbara bank BNI catat laba bersih tahun 2025 mencapai Rp20,04 triliun, namun laba bersih ini dinilai turun dibanding tahun 2024.
Perolehan laba tersebut turun 6,63% dibanding dengan tahun 2024 di mana laba bersih BBNI tercatat sebesar Rp 21,46 triliun.
Dari sisi top line, pendapatan bunga bersih BBNI tercatat relatif masih stabil atau senilai Rp 40,33 triliun sepanjang 2025, dibandingkan dengan Rp 40,48 triliun setahun sebelumnya.
Dilansir Riwara.id dari laman bni.co.id, Selasa, 3 Februari 2026, diketahui pendapatan bunga BNI tahun lalu naik 4,22% menjadi Rp 69,39 triliun, namun pada saat yang sama beban bunga ikut melonjak 11,33% menjadi RP 29,06 triliun.
Tingginya beban bunga salah satunta terjadi karena kenaikan cost of fund di tengah kondisi makroekonomi suku bunga tinggi.
Selain itu beban provisi ikut memberi tekanan terhadap kinerja keuangan BNI. Meski demikian, kinerja keuangan tercatat membaik secara kuartalan dengan laba perusahaan pada tiga bulan terakhir tahun lalu hanya turun 4%, m embaik jika dibandingkan torehan setahun penuh di angka 6,63%.
Total aset BNI tercatat naik 20,53% menjadi Rp 1.362 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 1.130 triliun. Adapun ekuitas perusahaan naik 5,88% menjadi Rp 176,34 triliun pada akhir 2025.***






 menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan Kamis (942026), di tengah tekanan sentimen global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan fluktuasi harga minyak dunia..jpg)
Emiten saham bank himbara bank BNI catat laba bersih tahun 2025 mencapai Rp20,04 triliun, namun laba bersih ini dinilai turun dibanding tahun 2024.