Perang Dagang Jilid Baru? Uni Eropa Pasang Badan Hadapi Lonjakan Impor China

Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:24 WIB
Perang dagang Uni Eropa dan China terancam terjadi
Perang dagang Uni Eropa dan China terancam terjadi (Foto: South China Morning Post)

 

RIWARA.id - Perang dagang antara China melawan Uni Eropa bisa kembali memanas setelah data menunjukkan defisit dagang yang semakin membesar.

Dilansir dari Reuters, hampir seperempat impor ke Uni Eropa (UE) meningkat drastis, terutama berasal dari negara China. 

Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Penegakan Perdagangan Komisi Eropa Denis Redonnet kepada lembaga Parlemen Eropa. 

Redonnet menjelaskan bahwa Uni Eropa menghadapi pertumbuhan impor yang tidak normal, bahkan tidak seperti biasanya.

Beberapa barang seperti tekstil, mesin, logam dasar sampai bahann kimia mengalami peningkatan impor drastis.

Sebelumnya, Uni Eropa sudah melakukan pembicaraan dengan China untuk mengatasi defisit perdagangan barang yang sudah sangat melebar sekali.

Defisit dagang antara Uni Eropa dan China mencapai angka US$407 miliar pada tahun 2025 yang lalu.

Impor Uni Eropa ke China terus meningkat, sementara ekspor justru mengalami penurunan signifikan.

Brussels ingin memperbaiki defisit ini dan berharap bisa mencapai kesepakatan dengan Beijing terkait ekspor dan impor. 

Menurut Redonnet, hal ini sangat mengkhawatirkan karena tren impor Uni Eropa terhadap barang-barang China semakin membesar dan mendominasi. 

China menjadi negara tujuan impor terbesar bagi negara-negara di Uni Eropa.

Total impor Uni Eropa mencapai nominal US$2,86 triliun di tahun 2025. 

Sekitar seperempat berasal dari negara tirai bambu.

Lonjakan impor dari China ini mendorong Uni Eropa untuk menerapkan langkah-langkah perlindungan terhadap perdagangan benua biru tersebut. 

Komisi Eropa bahkan sudah membuka 32 kasus baru terkait masalah perdagangan pada 2025 yang lalu.

Penyelidikan juga berpusat pada berbagai sektor dari kimia, tekstil sampai industri baja. 

China dan AS Capai Kesepakatan

Di sisi lain, China dan Amerika Serikat (AS) justru sudah mencapai kesepakatan untuk meredakan perang tarif.

Kedua negara sudah sepakat untuk memotong tarif yang dikenakan terhadap barang yang diimpor satu sama lain senilai US$60 miliar atau Rp1.079 triliun.

Pemotongan tarif ini berlaku bagi semua produk, mulai dari alat rumah tangga, pertanian, mainan sampai kosmetik.

Pemotongan tarif ini menjadi oleh-oleh dari pertemuan tingkat tinggi Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Menurut keterangan dari Gedung Putih, China sepakat untuk memangkas bea masuk impor atas produk pertanian dari AS.

Produk pertanian seperti jagung, gandum, susu, daging termasuk di dalamnya.

Tarif bagi makanan laut AS juga dipotong, begitu juga dengan peralatan medis, kayu dan kosmetik.

AS juga memotong tarif impor bagi produk mainan, peralatan makan, kembang api dan masih banyak lagi.

Semoga Bermanfaat.***

 

Defisit dagang Uni Eropa dan China tembus US$407 miliar. Di saat AS dan China berdamai lewat pemangkasan tarif, UE justru bersiap menghadapi ancaman perang dagang baru

Editor
Calvin Natanael -

Tech Journalist

 Stories