AS Resmi Tarik Pasukan dari Irak dan Akhiri Operasi Inherent Resolve, Kendali Keamanan Diserahkan Sepenuhnya ke Baghdad

Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:50 WIB
Ilustrasi dibuat dengan bantuan Gemini AI
Ilustrasi dibuat dengan bantuan Gemini AI

RIWARA.id – Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) resmi menarik seluruh pasukan militer dan perlengkapan utamanya dari Pangkalan Udara Erbil di Irak, sekaligus menandai berakhirnya misi militer Operasi Inherent Resolve (OIR) di negara tersebut.

Langkah penarikan ini dikutip dari military.com, yang mengonfirmasi bahwa pemerintah Amerika Serikat kini menyerahkan tanggung jawab penuh atas keamanan nasional kepada Pemerintah Irak serta pasukan keamanan lokal.

Pangkalan Udara Erbil sebelumnya berfungsi sebagai pusat operasional utama bagi Satuan Tugas Gabungan Operasi Inherent Resolve (CJTF-OIR) yang menampung sekitar 1.500 prajurit Amerika Serikat dan pasukan koalisi.

Operasi Inherent Resolve sendiri pertama kali diluncurkan pada tahun 2014 lalu untuk menumpas kelompok teroris ISIS di kawasan Irak dan Suriah.

Selama 12 tahun masa kampanye militer, koalisi internasional berhasil melatih dan mendampingi lebih dari 250.000 personel pasukan keamanan lokal untuk meruntuhkan kekhalifahan teror ISIS.

Keputusan pengakhiran misi ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama yang ditandatangani oleh Pemerintah Irak dan Amerika Serikat pada tahun 2024 di bawah pemerintahan mantan Presiden Joe Biden.

Juru Bicar Utama Pentagon, Sean Parnell, menyatakan bahwa pencapaian ini menandai transisi penting dari misi koalisi masa perang menuju hubungan pertahanan bilateral yang lebih normal antara Amerika Serikat dan Irak.

Meskipun markas operasional di Pangkalan Udara Erbil telah dikosongkan, CENTCOM mengonfirmasi bahwa struktur CJTF-OIR tetap aktif dan kini dialihkan bermarkas di Yordania untuk memantau sisa-sisa ancaman ISIS di Suriah.

Pihak Pentagon menegaskan akan terus memberikan dukungan berupa pelatihan terarah serta bantuan intelijen kepada Pasukan Keamanan Irak, termasuk milisi Peshmerga di Wilayah Kurdistan.

Pemerintah Amerika Serikat meyakini Pasukan Keamanan Irak kini telah memiliki kapasitas kepemimpinan serta kemandirian operasional untuk menangani ancaman terorisme di tanah air mereka secara mandiri.

Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, mengapresiasi dedikasi dan pengorbanan puluhan ribu prajurit militer serta personel diplomatik yang bertugas di Irak selama lebih dari satu dekade.

Ia menekankan bahwa meskipun pasukan utama telah ditarik keluar, kekuatan militer AS yang disiagakan di kawasan Timur Tengah siap bergerak cepat jika sewaktu-waktu muncul ancaman baru dari ISIS.

Transisi ini secara resmi mengubah fokus kehadiran Amerika Serikat di kawasan dari keterlibatan konflik aktif menuju stabilitas keamanan dan kerja sama pertahanan bilateral jangka panjang.(*)

AS resmi tarik pasukan dari Pangkalan Erbil Irak dan akhiri Operasi Inherent Resolve. Kendali keamanan kini dipegang Baghdad.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories