Mengapa Film G30S PKI Tak Lagi Tayang di TVRI? Para Siswa pun Tidak Lagi Wajib Menonton

Selasa, 29 September 2026 | 20:44 WIB
Film G30S PKI
Film G30S PKI

RIWARA.ID- Setiap akhir September, memori masyarakat Indonesia langsung tertuju pada tradisi rutin berupa penayangan film "Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI" di TVRI. Bagi generasi yang tumbuh di era 1980-an hingga 1990-an, adegan dalam film dokumenter karya Arifin C. Noer ini tentu tersimpan lekat di ingatan. Namun, roda zaman terus berputar. Begitu pula cara bangsa ini memandang sejarahnya.

Rilis pertama kali pada tahun 1984 di bawah naungan Produksi Film Negara (PFN), film berdurasi hampir empat jam ini memegang posisi khusus dalam tatanan sosial masyarakat Orde Baru. Kala itu, TVRI sebagai satu-satunya stasiun televisi nasional selalu memutar kisah tragedi kelam tahun 1965 itu setiap tanggal 30 September.

Tak sekadar menjadi tayangan malam Minggu atau hari biasa, film ini bahkan menjelma sebagai "agenda wajib" nasional. Para siswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD), SMP, hingga SMA di seluruh pelosok negeri diwajibkan untuk menontonnya demi memahami versi resmi peristiwa penculikan para jenderal yang disusun pemerintah saat itu.

Titik Balik 1998: Saat Layar Mulai Gelap

Tradisi menonton wajib yang bertahan belasan tahun itu mendadak terhenti pada tahun 1998. Seiring tumbangnya era kepemimpinan Presiden Soeharto dan bergulirnya gelombang Reformasi, kebijakan penayangan film ini pun mengalami evaluasi total.

Mengutip catatan Historia, penghentian pemutaran rutin di TVRI dipicu oleh gelombang desakan dari berbagai kalangan masyarakat serta pihak TNI Angkatan Udara. Kala itu, timbul peninjauan kembali terhadap sejumlah adegan dalam film yang dinilai tidak sepenuhnya selaras dengan fakta sejarah di lapangan.

Suasana kebebasan berpendapat di awal Reformasi akhirnya membuka ruang diskusi baru mengenai bagaimana sebuah narasi sejarah seharusnya ditampilkan kepada publik.

Alasan TVRI Menatap Masa Depan

Memasuki era modern, sikap stasiun televisi milik negara ini kian terbuka. Pada tahun 2021, TVRI kembali menegaskan komitmennya untuk tidak memutar kembali film Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI.

Melansir laporan ANTARA, keputusan tersebut diambil karena TVRI memilih untuk menghadirkan edukasi sejarah lewat kemasan program yang lebih interaktif, edukatif, dan relevan dengan generasi muda. Sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP), TVRI mengemban misi vital sebagai perekat sosial dan pemersatu bangsa.

Oleh sebab itu, mereka menghindari penayangan materi yang berpotensi memicu kontroversi, kegaduhan, atau perpecahan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia saat ini.

Meskipun tak lagi menghiasi layar kaca TVRI secara rutin setiap akhir September, film Pengkhianatan G30S PKI tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari lanskap sejarah sinema dan politik Indonesia.

Pergeseran dari sebuah "tontonan wajib" menjadi materi diskusi terbuka merefleksikan bagaimana masyarakat Indonesia kini semakin dewasa dan kritis dalam memaknai perjalanan sejarah bangsanya sendiri. ***

Film Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI menjadi tontonan wajib siswa setiap 30 September, namun kini tak lagi diputar TVRI. Apa alasannya?

Editor
Ali Mahfud -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

 Stories