RIWARA.id - Menikmati sore dengan semangkok serabi kocor lengkap dengan segelas wedang bajigur menjadi penutup sore yang sempurna setelah seharian beraktifitas dengan rutinitas pekerjaan.
Tak hanya kota kembang Bandung atau Solo yang punya sajian khas serabi dengan berbagai jenis dan varian rasa.
Berjalan-jalan ke kota Bantul tepatnya di Jalan Bantul Nyemengan, selatan jembatan Winongo di sisi jalan terdapat penjual serabi kocor yang sudah menjajakan serabi khas Yogya sejak tahun 1998.
Serabi kocor bu Ngadinem begitu masyarakat sekitar dan pengunjung menyebutnya ketika membeli serabi yang terkenal dengan kuah santan dan gula jawa yang membuat serabi kocor menjadi kuliner favorit berbagai kalangan.
Selama ini sering dijumpai di pasar atau toko oleh-oleh adalah serabi yang sudah dimodifikasi rasa dan bentuknya yang beraneka macam.
Berbeda dengan serabi kocor yang tetap mempertahankan bentuk asli serabi tanpa tambahan berbagai macam rasa dan lebih mengutamakan cita rasa kuah kocor di dalamnya.
“Saya memang mempertahankan bentuk penyajian serabi seperti zaman kakek nenek. Zaman dulu orang Belanda juga gemar menyantap serabi lengkap dengan kuah kocor yang memberikan rasa manis dari gula jawa dan sedikit asin dari santan,” ujar Pemilik Serabi Kocor, Ngadinem, Sabtu, 6 Desember 2025 kepada tim Riwara.id.
Proses pembuatan serabi kocor masih menggunakan cara tradisional, hanya terdapat 3 tungku untuk membuat cetakan serabi.
Untuk membuat adonan serabi, Ngadinem cukup menyiapkan tepung beras, kelapa muda dan garam. Bahan-bahan yang mudah ditemui dan mudah diolah namun tetap memerlukan keterampilan tersendiri membuatnya ketika dimasukkan kedalam cetakan.
Jika terlalu sedikit akan menjadi serabi yang encer sedangkan jika adonan terlalu tebal dimasukan kedalam cetakan maka serabi tidak akan matang secara maksimal.
“Proses membuat serabi ketika dimasak didalam tungku hanya sekitar 1 sampai 2 menit hingga bagian bawah serabi berubah warna menjadi sedikit kecoklatan. Biasanya 1 mangkok serabi berisi 2 atau 3 buah serabi tergantung selera pembeli. 1 serabi kocor dijual dengan harga murah Rp 3000,” kata wanita yang membuka lapak dagangannya mulai pukul 15.00 hingga 20.00 WIB ini.
Semangkok serabi kocor selain disajikan dengan kuah santan dan gula jawa juga disajikan dengan irisan nangka yang semakin menggugah selera ketika menyantap kudapan tradisional ini.
Selain bisa menikmati serabi kocor hangat, pembeli juga dapat memesan minuman pelengkap yaitu wedang bajigur.
Meski letaknya di pinggir jalan dan jauh dari kesan mewah warung atau resto, nyatanya serabi kocor bu Ngadinem memiliki banyak peminat mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Tak jarang setiap hari libur banyak wisatawan asal Jakarta dan kota besar lainya singgah untuk mencicipi serabi kocor khas Yogya sebelum melanjutkan perjalanan wisata ke desa Kasongan atau Parangtritis.
Dira, salah satu pengunjung mengatakan, ia dan teman-temanya cukup sering membeli serabi kocor bu Ngadinem karena rasa serabi yang khas.
" Saya lumayan sering mampir beli serabi kesini karena kebetulan suka sekali dengan kuah kocor serabinya. Selain itu serabi yang disajikan masih original tidak ada campuran berbagai varian rasa seperti yang ada dipasaran saat ini," tuturnya.
Untuk wisatawan yang sedang berlibur ke Yogya tidak ada salahnya untuk datang dan mencicipi kuliner serabi kocor bu Ngadinem yang melegenda.***
Berikut informasi tentang serabi kocor Bu Ngadinem kelezatan di balik semangkuk serabi kuah santan gula jawa dan potongan nangka pertahankan cita rasa original