Struktur kraton Surakarta mencerminkan kosmologi Jawa dan sistem kekuasaan yang hierarkis, dari alun-alun hingga kedhaton sebagai pusat simbolik dan politik.
Sejarah berdirinya Surakarta sebagai penerus Mataram bermula dari runtuhnya Kartasura akibat pemberontakan, hingga Perjanjian Giyanti 1755 yang membelah kekuasaan Jawa.