RIWARA.id - Bayangkan dalam satu rombongan pesawat, total kekayaan penumpangnya bisa mencapai puluhan ribu triliun, melebihi APBN Indonesia.
Itulah yang ada dalam pesawat kepresidenan dan rombongan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat mengunjungi China dalam rangkaian kunjungan kerjanya.
Dilansir dari Reuters, tidak hanya membawa menteri dan pejabat tinggi lainnya, Trump juga membawa sejumlah petinggi perusahaan raksasa AS untuk ikut serta dalam kunjungan ke Beijing.
Beberapa nama yang ikut tidak main-main, sebut saja CEO Tesla Elon Musk, CEO Apple Tim Cook, CEO Boeing Kelly Ortberg sampai CEO BlackRock Larry Fink.
Rombongan ini akan menjadi delegasi bisnis yang ikut mendampingi Trump dalam pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping.
Selain nama-nama besar di atas, ada juga CEO dan petinggi dari perusahaan raksasa lainnya yang turut serta dalam kunjungan Trump ke China.
Ada CEO Blackstone Stephen Schwarzman, CEO Citigroup Jane Eraser, CEO Goldman Sachs David Solomon, CEO Mastercard Michael Miebach sampai CEO Qualcomm Cristiano Amon.
Salah seorang pejabat gedung putih bahkan menyebut, masih ada beberapa nama lain yang tidak diumumkan karena bersifat anonim.
Trump berharap dalam kunjungan resmi ke Beijing dari tanggal 14-15 Mei ini, bisa tercapai sejumlah kesepakatan bisnis dan pembelian baru yang menguntungkan.
Agenda Pertemuan
Pertemuan Trump dan Xi Jinping memang mendapat sorotan global, apalagi pertemuan dilakukan saat perang antara Iran dan AS masih belum berakhir.
Selain itu, pertemuan ini juga terjadi ketika meningkatnya tensi hubungan antara AS dan China dalam beberapa bulan terakhir.
Diharapkan, pertemuan ini bisa meredakan ketegangan yang ada, termasuk pemblokiran Selat Hormuz yang masih berlangsung sampai saat ini.
Selain membahas masalah Iran, Trump dan Xi juga akan membahas isu perdagangan, kecerdasan buatan, pengembangan senjata nuklir, kontrol ekspor sampai masalah Taiwan.
Alasan CEO Perusahaan Raksasa Ikut Dalam Kunjungan Trump
Sebagai dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia, Trump sadar bahwa perusahaan Amerika sangat membutuhkan China untuk pertumbuhan bisnis mereka.
Oleh karena itu, Trump menggunakan kartu diplomasi ekonomi atau "businessman diplomat" dengan membawa CEO dari perusahaan besar seperti Apple, Tesla, Boeing sampai Nvidia.
Hal ini berbeda dengan diplomasi tradisional yang hanya dilakukan antar pejabat tinggi saja.
Dengan adanya CEO dalam rombongan Trump, maka AS juga membawa kepentingan bisnis rill dalam meja perundingan dan negoisasi dengan China.
Selain itu, setiap CEO yang dibawa tentu mewakili perusahaan masing-masing dan mereka mempunyai kepentingan bisnis di pasar China yang mempunyai penduduk sebesar 1,4 miliar jiwa.
Contoh saja Tesla yang penjualan mobil listriknya kedua terbesar ada di negara China.
Tentu dengan ikutnya Elon Musk dalam rombongan, orang terkaya di dunia ini bisa mendapatkan kesempatan yang lebih baik di pasar China, seperti izin full self driving sampai ekspansi energi.
Lain Tesla, lain juga Apple yang mempunyai kepentingan untuk tetap menjaga rantai pasok iPhone serta mengakses pasar China agar tetap terbuka bagi produk dan ekosistem dari Apple.
Boeing tentu berharap Beijing bisa membeli lebih banyak pesawat dibandingkan harus membeli ke AirBus.
Terakhir, ada juga pergeseran CEO yang tidak hanya menjadi pemimpin perusahaan semata tapi sudah menjadi aktor penting dalam diplomasi geopolitik suatu negara. Ini adalah sebuah contoh dari kekuatan geoeconomic di abad 21.
Semoga Bermanfaat.***
Tak sekadar kunjungan kenegaraan, Trump bawa bos Tesla, Apple, dan Boeing ke China. Mulai dari urusan AI hingga konflik Iran, inilah agenda besar di meja perundingan.