RIWARA.id – Angkatan Udara Polandia mengonfirmasi rencana untuk mempersenjatai pesawat angkut ringan turboprop ganda M28 Skytruck sebagai platform pertahanan udara khusus pemburu pesawat nirawak (drone).
Langkah unik di lingkungan NATO ini diambil setelah melihat efektivitas pesawat serupa di medan perang Ukraina dalam melumpuhkan ancaman udara berbiaya rendah.
Inspektur Angkatan Udara Polandia, Mayor Jenderal Ireneusz Nowak, menyatakan bahwa proses modifikasi prototipe pertama M28 sedang berlangsung. Proyek ini melibatkan integrasi persenjataan gun ganda yang dirancang khusus untuk peran kontra-drone.
Keputusan ini merupakan respons strategis terhadap meningkatnya ancaman infiltrasi drone di wilayah perbatasan Polandia.
Strategi ini terinspirasi langsung dari keberhasilan Ukraina menggunakan Antonov An-28 "Cash"—versi asal dari M28—yang dipersenjatai dengan senapan mesin gatling M134 Minigun.
Konfigurasi sayap tinggi pada pesawat ini memberikan sudut tembak yang sangat luas dari pintu kabin, memungkinkannya melepaskan hingga 6.000 butir peluru per menit ke arah sasaran.
Selain senjata mesin, pesawat ini nantinya akan dilengkapi dengan kamera inframerah eksternal dan kru yang menggunakan kacamata malam (Night Vision Goggles). Perangkat tersebut sangat krusial untuk melacak dan menyergap drone jenis Shahed atau Geran yang kerap beroperasi di bawah radar pada malam hari.
Penggunaan pesawat turboprop seperti M28 dinilai jauh lebih efisien secara ekonomi dibandingkan mengerahkan jet tempur canggih atau rudal darat-ke-udara.
Biaya per keterlibatan (cost-per-engagement) menggunakan amunisi senapan jauh lebih murah dan memiliki risiko kerusakan kolateral yang lebih rendah bagi infrastruktur sipil di bawahnya.
Polandia saat ini mengoperasikan sekitar dua lusin unit M28 Skytruck yang diproduksi oleh PZL Mielec. Keunggulan utama pesawat ini adalah kemampuan lepas landas dan mendarat di landasan pendek atau darurat (STOL).
Karakteristik tersebut memudahkan pengerahan unit pemburu drone ke wilayah-wilayah terpencil atau pangkalan garis depan di sepanjang perbatasan timur.
Langkah memperkuat pertahanan udara ini menyusul insiden penyusupan sekitar 20 drone militer ke ruang udara Polandia pada September tahun lalu yang diduga merupakan provokasi Rusia.
Selain M28, Polandia juga berencana mengintegrasikan roket APKWS pada jet tempur F-16 dan pesawat tempur ringan FA-50 untuk menghadapi ancaman serupa di masa depan. (*)
Angkatan Udara Polandia memodifikasi pesawat M28 Skytruck menjadi pemburu drone berbiaya rendah, mengadopsi taktik sukses Ukraina di medan perang.