Hanyut Saat Berburu Biawak, Pemuda Asal Godong Ditemukan Meninggal di Sungai Lusi

Selasa, 05 Mei 2026 | 17:45 WIB
SAR gabungan mengevkuasi jasad pemburu biawak yang tenggelam di Sungai Lusi Grobogan
SAR gabungan mengevkuasi jasad pemburu biawak yang tenggelam di Sungai Lusi Grobogan (Foto: Humas Basarnas)

 


RIWARA.id – Yusuf Afandi (24), pemuda asal Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hanyut di Sungai Lusi pada Senin (4/5/2026).

Tim SAR gabungan menemukan jasad korban pada Selasa siang, mengambang sejauh 3 kilometer dari titik awal kejadian di Dusun Brakas, Desa Terkesi, Kecamatan Klambu.

Peristiwa nahas ini bermula saat korban bersama lima rekannya sedang berburu biawak di sepanjang bantaran sungai. Sekitar pukul 13.30 WIB,

Yusuf memutuskan menyeberangi sungai selebar 20 meter tersebut dengan cara berenang. Namun, derasnya arus sungai diduga membuat korban kelelahan hingga akhirnya terseret aliran air di tengah sungai.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengonfirmasi bahwa pencarian sempat terkendala oleh kondisi air sungai yang keruh dan arus yang masih cukup kuat. Tim penyelamat dari Pos SAR Jepara bersama relawan gabungan harus melakukan penyisiran intensif menggunakan perahu karet maupun pemantauan di pinggiran sungai.

"Tim melihat benda hitam di bawah permukaan air di pinggiran sungai saat penyisiran siang tadi. Setelah diperiksa, dipastikan itu adalah korban yang tengah kami cari," kata Budiono.

Petugas segera mengevakuasi jasad korban dan membawanya ke Puskesmas Godong untuk proses pemeriksaan medis lebih lanjut sebelum diserahkan ke pihak keluarga.

Budiono menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian ini. Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas di area sungai, terutama ketika arus dalam kondisi deras. (*)

Yusuf Afandi, pemburu biawak yang hanyut di Sungai Lusi Grobogan, ditemukan meninggal dunia oleh Tim SAR sejauh 3 km dari lokasi kejadian.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories