Ritual Wijayakusuma Kembali Digelar di Cilacap, Ratusan Kerabat Keraton Surakarta Jalani Prosesi Langka

Senin, 04 Mei 2026 | 23:39 WIB
Ilustrasi Kerabat Karaton Surakarta Hadiningrat menjalankan prosesi doa dalam ritual Wijayakusuma di Kabupaten Cilacap Minggu 3 Mei 2026
Ilustrasi Kerabat Karaton Surakarta Hadiningrat menjalankan prosesi doa dalam ritual Wijayakusuma di Kabupaten Cilacap Minggu 3 Mei 2026

 

CILACAP, RIWARA.ID – Pelaksanaan ritual Miwaha Sekar Wijaya Kusuma di Kabupaten Cilacap tidak hanya menjadi peristiwa budaya, tetapi juga dinilai sebagai momentum penting dalam memperkuat identitas daerah dan sinergi antara pemerintah dengan komunitas adat.

Kegiatan yang melibatkan ratusan kerabat Karaton Surakarta Hadiningrat pada Minggu (3/5/2026) ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk jajaran pemerintah daerah yang hadir langsung dalam rangkaian acara.

Sebagaimana dilansir Riwara.id dari rilis resmi pemerintah daerah pada Senin (4/5/2026), pelaksanaan ritual ini dipandang sebagai bagian dari upaya pelestarian tradisi yang memiliki nilai historis dan kultural yang kuat.

Penguatan Sinergi Pemerintah dan Lembaga Adat

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Cilacap, Teguh Mulyadi, menyampaikan bahwa kegiatan adat seperti ini memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan nilai budaya di tengah masyarakat.

“Pelestarian adat bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi penguat identitas bangsa yang perlu dijaga melalui sinergi antara lembaga adat dan pemerintah daerah,” ujarnya di sela kegiatan.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan ini menunjukkan adanya komitmen bersama untuk menjaga warisan budaya agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Tidak Hanya Ritual, Tapi Juga Potensi Wisata

Selain aspek budaya, ritual Wijayakusuma juga dinilai memiliki potensi dalam pengembangan sektor pariwisata daerah. Kawasan seperti Pulau Majeti dan Goa Masigit Sela yang menjadi bagian dari prosesi memiliki nilai historis yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis budaya.

Pemerintah daerah melihat kegiatan ini sebagai peluang untuk memperkenalkan kekayaan tradisi lokal kepada masyarakat luas, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kearifan lokal.

Kehadiran Unsur Keraton dan Masyarakat

Rangkaian kegiatan juga dihadiri oleh unsur keraton, termasuk perwakilan Lembaga Dewan Adat Karaton Surakarta Hadiningrat serta komunitas Paguyuban Kawula Keraton Surakarta Hadiningrat (PAKASA).

Kehadiran berbagai elemen ini memperlihatkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan kolaborasi antara komunitas adat, pemerintah, dan masyarakat.

Tradisi yang Terus Dijaga

Ritual Miwaha Sekar Wijaya Kusuma merupakan salah satu tradisi yang memiliki akar panjang dalam sejarah budaya Jawa, khususnya dalam lingkungan keraton. Meski zaman terus berubah, praktik budaya ini tetap dijaga sebagai bagian dari identitas dan warisan leluhur.

Namun demikian, hingga berita ini diturunkan, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak Karaton Surakarta Hadiningrat terkait pelaksanaan ritual tersebut.*

 

Ritual Wijayakusuma di Cilacap dinilai memperkuat identitas budaya dan sinergi antara pemerintah daerah dengan komunitas Keraton Surakarta, sekaligus membuka potensi wisata budaya.

Foto Editor
Inung R Sulistyo -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

 Stories