Remaja 14 Tahun yang Hanyut di Sungai Jetis Kebumen Ditemukan Meninggal Dunia

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:00 WIB
SAR gabungan mengevakuasi jasad Nasril yang dilaporkan tenggelan di sungai Logending Cilacap
SAR gabungan mengevakuasi jasad Nasril yang dilaporkan tenggelan di sungai Logending Cilacap (Foto: Humas Basarnas)

 


RIWARA.id – Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Nasril (14), remaja asal Jetis yang tenggelam di bawah Jembatan Sungai Jetis Logending, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pencarian hari kedua, Jumat (1/5/2026), setelah terseret arus sungai yang meluap mendadak.

Koordinator Tim SAR Gabungan, Fajar Adi Nugroho, mengungkapkan bahwa jasad korban ditemukan pada pukul 13.10 WIB. Lokasi penemuan berada di sekitar 1,5 km ke arah hilir dari titik awal kejadian. Tim langsung mengevakuasi jenazah remaja tersebut ke rumah duka untuk penanganan lebih lanjut.

Peristiwa tragis ini bermula pada Kamis (30/4) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, korban sedang berenang di bawah Jembatan Sungai Jetis. Naas, debit air sungai tiba-tiba meningkat tajam dan meluap, sehingga menyeret tubuh korban hingga hilang ditelan arus. 

Kantor Basarna Cilacap dan Unit Siaga SAR (USS) Kebumen segera mengerahkan personel menuju lokasi begitu menerima laporan.

Dalam operasi pencarian ini, tim gabungan membagi kekuatan menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama melakukan penyisiran di perairan menggunakan perahu karet Landing Craft Rubber (LCR), sementara SRU kedua menyisir jalur darat di sepanjang bantaran sungai hingga ke arah muara.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR di Sungai Jetis resmi ditutup. Fajar Adi Nugroho menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur potensi SAR yang terlibat sebelum mereka dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

 

Tim SAR Gabungan temukan remaja 14 tahun yang hanyut di Sungai Jetis Kebumen dalam kondisi meninggal dunia setelah dua hari pencarian.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories