Temui KSP Jenderal Dudung, Seno Adjie Serahkan Bibit Padi Unggul PS08 untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:45 WIB
Ketua Yayasan Bhakti Bela Negara, Seno Adjie menyerahkan bibit padi unggul PS08 kepada Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (13/5/2026)
Ketua Yayasan Bhakti Bela Negara, Seno Adjie menyerahkan bibit padi unggul PS08 kepada Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (13/5/2026) (Foto: Dok. Yayasan Bhakti Bela Negara)

JAKARTA, RIWARA.id — Ketua Yayasan Bhakti Bela Negara, Seno Adjie melakukan pertemuan dengan Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Pertemuan tersebut membahas penguatan ketahanan pangan nasional melalui pengembangan bibit padi unggul organik PS08 yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam sejak pukul 11.00 WIB itu menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara masyarakat, pelaku pertanian, dan pemerintah dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang terus didorong pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, Seno Adjie menyerahkan langsung bibit padi unggul PS08 kepada Dudung Abdurachman sekaligus memaparkan perkembangan program pertanian yang telah berjalan di sejumlah daerah, khususnya di wilayah Banten dan Lampung.

“Pembahasannya terkait ketahanan pangan nasional. Kami menyerahkan bibit padi unggul PS08 yang sebelumnya pada Februari lalu sudah sukses dipanen di Carita, Banten, seluas 753 hektar dengan hasil mencapai 9 ton per hektar,” ujar Seno Adjie kepada wartawan usai pertemuan.

Menurutnya, hasil panen tersebut menjadi salah satu bukti bahwa varietas organik PS08 memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara luas di Indonesia. Produktivitas yang tinggi dinilai dapat membantu meningkatkan hasil panen petani sekaligus menjaga stabilitas pasokan beras nasional.

Seno menjelaskan, pengembangan lahan pertanian berbasis PS08 saat ini terus diperluas. Pada tahun 2026, total lahan yang dikelola telah mencapai sekitar 5.000 hektar yang tersebar di beberapa wilayah strategis.

Sebanyak 3.500 hektar lahan pertanian berada di Lampung dan dijadwalkan memasuki masa panen pada Juni mendatang. Sementara itu, sekitar 1.500 hektar lainnya berada di Carita, Banten, yang ditargetkan panen pada Agustus 2026.

Selain pengembangan dalam skala besar, Seno Adjie juga mengaku menyiapkan sekitar 20 hektar lahan pribadi di Banten yang akan menggunakan bibit PS08 sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Ia mengatakan, salah satu keunggulan utama varietas organik PS08 terletak pada efisiensi penanaman serta kemampuan menghasilkan jumlah anakan yang jauh lebih banyak dibandingkan padi biasa.

“Biasanya menanam padi membutuhkan empat batang dalam satu titik tanam, tetapi pada varietas organik PS08 ini cukup satu batang saja. Namun anakan yang dihasilkan bisa mencapai hingga 75 batang,” jelasnya.

Menurut Seno, efisiensi tersebut dapat membantu mengurangi kebutuhan bibit sekaligus menekan biaya produksi petani. Selain itu, penggunaan metode organik pada varietas PS08 juga dinilai mampu menjaga kualitas tanah dalam jangka panjang.

Tak hanya memiliki produktivitas tinggi hingga mencapai 9 ton per hektar, bibit PS08 juga disebut memiliki ketahanan terhadap serangan hama dan perubahan cuaca tertentu. Hal itu menjadi salah satu alasan varietas tersebut mulai dilirik untuk mendukung pengembangan pertanian modern berbasis ketahanan pangan.

Program pengembangan bibit padi unggul ini, lanjut Seno Adjie, merupakan bentuk dukungan nyata terhadap langkah pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan nasional di tengah tantangan global, termasuk perubahan iklim dan ancaman krisis pangan dunia.

Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk memperkuat posisi sebagai negara dengan ketahanan pangan yang kuat apabila didukung inovasi pertanian, penggunaan bibit unggul, dan kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Dudung Abdurachman disebut memberikan perhatian terhadap pengembangan sektor pertanian nasional, khususnya upaya meningkatkan produktivitas lahan dan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan teknologi dan bibit unggul.

Seno berharap dukungan dari pemerintah pusat melalui Kantor Staf Presiden dapat mempercepat pengembangan program pertanian berbasis PS08 agar dapat diterapkan lebih luas di berbagai daerah Indonesia.

Ke depan, pengembangan lahan pertanian berbasis bibit PS08 ditargetkan meningkat secara signifikan. Dari tahap awal seluas 5.000 hektar, program tersebut direncanakan berkembang hingga mencapai 100.000 hektar lahan pertanian dalam dua tahun mendatang.

Target tersebut dinilai realistis seiring meningkatnya minat petani terhadap varietas padi dengan produktivitas tinggi dan efisiensi penanaman yang lebih baik. Selain meningkatkan hasil panen, pengembangan lahan dalam skala besar juga diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru di sektor pertanian.

Seno Adjie optimistis program tersebut dapat menjadi salah satu kontribusi nyata dalam memperkuat swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

Ia juga berharap sinergi antara pemerintah, pelaku pertanian, dan masyarakat terus diperkuat agar ketahanan pangan nasional dapat terjaga secara berkelanjutan di masa mendatang.*

Seno Adjie bertemu KSP Jenderal Dudung Abdurachman di Kantor Staf Presiden dan menyerahkan bibit padi unggul organik PS08 untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan swasembada pangan Indonesia.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories