RIWARA.id – Korps Marinir TNI AL tengah mematangkan langkah strategis untuk memperkuat armada amfibi dengan membidik kendaraan tempur (ranpur) Amphibious Assault Vehicle (AAV-7A1) buatan Amerika Serikat.
Penambahan alutsista ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan proyeksi kekuatan dari laut ke darat sekaligus meremajakan armada pendarat nasional yang menjadi ujung tombak kedaulatan wilayah kepulauan.
Komitmen ini ditegaskan dalam ajang Modern Day Marine 2026 di Washington D.C. Asisten Logistik Panglima Korps Marinir (Aslog Pangkormar) Brigjen (Mar) Efhardian menyatakan bahwa pertemuan dengan pihak USMC dilakukan untuk memastikan lini masa pengadaan dan keberlanjutan program.
"Kami hadir untuk memastikan kerja sama alutsista berjalan lancar guna memperkuat kesiapan operasional satuan," ujar Efhardian saat menghadiri pameran teknologi pesisir tersebut.
AAV-7A1, yang akrab dijuluki "Amtrac" atau "Bus Laut", merupakan standar global dalam mobilisasi pasukan lintas samudera. Ranpur ini memiliki kemampuan unik untuk diluncurkan langsung dari dek kapal pendarat (well deck) di laut lepas, berenang menerjang gelombang, dan langsung melaju di daratan tanpa harus berhenti untuk menurunkan personel.
Dengan kapasitas angkut hingga 21 prajurit bersenjata lengkap, ranpur produksi BAE Systems ini menjadi solusi krusial bagi Batalyon Kendaraan Amfibi Pengangkut Personel (Yonranratfib) Korps Marinir.
Secara teknis, AAV-7A1 dibekali mesin turbocharged yang mampu dipacu hingga 72 km/jam di darat dan 13 km/jam di air menggunakan sistem jet air. Dari sisi pertahanan, lambung aluminiumnya diperkuat dengan Enhanced Applique Armor Kit (EAAK) untuk menahan serangan senjata anti-tank.
Menara senjatanya pun mematikan, mengombinasikan senapan mesin berat M2HB kaliber 12,7 mm dengan peluncur granat otomatis Mk 19 kaliber 40 mm untuk memberikan perlindungan tembakan bagi pasukan yang didaratkan.
Selama ini, Marinir TNI AL telah mengoperasikan LVTP-7, varian serupa yang tiba sebagai hibah dari Korea Selatan pada 2009.
Namun, seiring bertambahnya usia pakai alutsista legendaris seperti BTR-50P/PK, kehadiran unit baru AAV-7A1 dengan teknologi navigasi GPS dan inersia modern menjadi kebutuhan mendesak.
Kerja sama ini juga menekankan pada aspek transfer teknologi agar personel TNI AL memiliki kesetaraan kemampuan teknis dengan mitra internasional dalam menjaga kedaulatan NKRI.
Korps Marinir TNI AL bidik ranpur AAV-7A1 Amerika Serikat. Simak spesifikasi lengkap "Bus Laut" yang mampu angkut 21 personel ini.