Lalu Usman Ali Raih Gelar Doktor Pendidikan IPA di UNS lewat Inovasi PBCL Bermuatan Etnosains

Senin, 04 Mei 2026 | 21:20 WIB
Lalu Usman Ali Raih Gelar Doktor Pendidikan IPA di UNS
Lalu Usman Ali Raih Gelar Doktor Pendidikan IPA di UNS (Foto: Lalu Usman Ali)

RIWARA.id – Promovendus Lalu Usman Ali berhasil menuntaskan ujian tertutup dan sidang promosi doktor pada Program Studi S3 Pendidikan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret (UNS), Senin 4 Mei 2026.

Kegiatan akademik tersebut berlangsung khidmat di Aula Pascasarjana FKIP UNS dengan penuh apresiasi dari tim penguji.

Dalam sidang tersebut, Lalu Usman Ali mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model Problem Based Contextual Learning (PBCL) Bermuatan Etnosains untuk Meningkatkan Literasi Sains dan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa.”

Disertasi ini menghadirkan inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan pendekatan berbasis masalah, dengan konteks lokal etnosains sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di Indonesia.

Sidang promosi doktor dipimpin oleh Ketua Penguji Prof. Dr. Slamet Subiyantoro, M.Si., dengan Sekretaris Penguji sekaligus Kaprodi S3 Pendidikan IPA Prof. Sulistyo Saputro, M.Si., Ph.D.

Turut hadir dalam kegiatan itu, penguji pakar luar dari Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Dr. Heru Kuswanto, M.Si., serta penguji pakar dalam Prof. Dr. Sarwanto, S.Pd., M.Si.

Tim promotor yang mendampingi adalah Prof. Drs. Suranto, M.Sc., Ph.D. sebagai promotor dan Dr. Meti Indrowati, S.Si., M.Si. sebagai kopromotor, yang juga bertindak sebagai anggota penguji dalam sidang tersebut.

Dalam pemaparannya, promovendus menekankan bahwa model PBCL bermuatan etnosains yang mampu menjembatani pembelajaran sains dengan kearifan lokal.

Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami konsep ilmiah secara abstrak, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.

Model tersebut dinilai efektif dalam meningkatkan literasi sains sekaligus mengasah keterampilan berpikir kreatif para peserta didik.

Para penguji pun memberikan apresiasi atas kontribusi ilmiah yang dihasilkan, khususnya dalam pengembangan model pembelajaran inovatif yang relevan dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini.

Diskusi ilmiah berlangsung dinamis dengan berbagai masukan konstruktif untuk penyempurnaan disertasi.

Dengan keberhasilannya tersebut, Lalu Usman Ali resmi menyandang gelar doktor dalam bidang Pendidikan IPA.

Ketua Penguji menyampaikan bahwa promovendus merupakan Doktor ke-61 pada Prodi S3 Pendidikan IPA dan Doktor ke-390 di FKIP UNS.

Dalam keterangannya, Ketua Penguji juga menjelaskan bahwa promovendus dinyatakan lulus tanpa ujian terbuka karena telah memenuhi syarat.

Syarat tersebut adalah memiliki publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi internasional (Q1 atau Q2) serta menghasilkan luaran penelitian lainnya, sesuai Peraturan Rektor UNS Nomor 22 Tahun 2024 tentang penyelenggaraan program magister dan doktor.

Lalu Usman Ali menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pendanaan dari LPDP, pimpinan di UIN Mataram, keluarga, serta rekan-rekan seperjuangannya.

“Banyak hal positif yang kami dapatkan di salah satu kampus terbaik di Indonesia ini, mulai dari budaya akademik yang kuat, pelayanan yang maksimal, hingga suasana kekeluargaan. Semoga ilmu yang diperoleh ini dapat bermanfaat dan saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya dalam rilis yang diterima Riwara.id, Senin 4 Mei 2026.

Sidang promosi ini tidak hanya menjadi puncak perjalanan akademik promovendus, tetapi juga menjadi momentum penting bagi pengembangan inovasi pendidikan sains berbasis etnosains di Indonesia.

Lalu Usman Ali berhasil meraih Gelar Doktor Pendidikan IPA di UNS. Kelulusan itu melalui diperoleh melalui Inovasi PBCL Bermuatan Etnosains.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories